ARTICLE SOBAT POLRI

Kampanye Keselamatan Berkendara Melalui Millenial Road Safety Festival 2019

MILLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL 2019 (MRSF2019) dilaksanakan di 34 Provinsi di Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Timur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan sebagai pelaksana dan juga dilaksanakan oleh seluruh Polres.

Beragam kegiatan melibatkan generasi millenial demi mensosialisasikan keselamatan berkendara. Puncak acara dilakukan pada tanggal 16-17 Maret 2019 di Lapangan Merdeka Balikpapan.

Kenapa Menyasar Generasi Millenial?

Generasi Millenial adalahgenerasiberdasarkan kelompok tahun lahir mulai dari 1980 hingga awal tahun 2000. Generasi ini yang ada saat ini dan menjadi pengguna jalan. Demi menekan angka kecelakaan berlalu lintas, maka digelarlah kegiatan kampanye MRSF2019 dengan mengajak kaum millenial untuk ikut serta menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Dengan melibatkan anak muda tentunya kemasan kegiatan ini juga dibuat sesuai dengan minat dari generasi sekarang. Kunjungan ke sekolah, komunitas, pemasangan baliho serta penempelan stiker di kendaraan umum dilakukan agar kegiatan ini dapat diketahui masyarakat secara luas. Ditambah lagi dengan melakukan sosialisasi di dunia maya.

Sebagai pengguna jalan, tentunya generasi muda bisa kapan saja mendapat musibah kecelakaan jika tidak berhati-hati dan tidak berkendara secara aman. Oleh karena itu perlu diadakan kampanye MRSF2019 yang secara langsung juga melibatkan mereka. Dengan keterlibatan langsung tentunya pesan keselamatan berkendara akan lebih mudah diterima.

Keselamatan Berkendara Dimulai Dari Diri Sendiri

Siapa sih yang mau celaka dijalan? Tentunya tidak ada yang mau. Adakalanya kita sudah berhati-hati tetap tertimpa musibah kecelakaan karena kesembronoan pengendara lainnya. Anak muda yang masih tinggi adrenalinnya apalagi jika berkendara secara berkelompok tentunya tanpa sengaja akan melupakan kaidah keselamatan berkendara. Sebagian besar kecelakaan menimpa pengendara roda dua. Oleh karena itu pihak kepolisian melakukan sosialisasi langsung ke sekolah dan ke klub motor yang ada.

Tempat tongkrongan anak muda tak luput dari sasaran kampanye ini. Semakin banyak anak muda yang tahu dan mendapatkan sosialisasi tentang keselamatan berkendara, semakin besar peluang untuk memperkecil resiko kecelakaan berkendara di jalan. Kampanye ini melibatkan komunitas anak muda dalam setiap rangkaian kegiatan. Dengan kata lain dari anak muda untuk anak muda.

Ketika di dalam diri sudah mulai tertanam mengenai keselamatan berkendara, tentunya kebiasaan di jalan yang salah selama ini akan terganti dengan hal yang benar dan aman. Kalau mengingatkan berupa teguran langsung, tidak semua orang bisa menerima dengan baik. Kalau dikemas dalam bentuk kegiatan yang diminati oleh anak muda, pesan keselamatan akan lebih mudah diterima dan tertanam secara tidak langsung dalam diri kita.

Kecelakaan Yang Sering Terjadi Di Jalan Raya

Faktor Human Error atau kelalaian dari manusia menjadi penyebab sebagian besar kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Hal ini diantaranya:

1. Kurang konsentrasi saat berkendara

Salah satu yang menghilangkan konsentrasi saat berkendara adalah menelpon sambil membawa kendaraan. Saat ini penggunaan handphone menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat. Berkendara sambil menggunakan hp tentunya masih ada saja yang melakukannya. Saat kita melakukan aktivitas lain sambil berkendara, otak kita tentu akan tidak fokus ke jalanan sehingga kecelakaan akan mudah terjadi.

2. Lelah dan mengantuk saat berkendara

Jika kondisi tubuh sedang lelah apalagi sampai menimbulkan rasa kantuk, diharapkan untuk tidak membawa kendaraan. Sebaiknya menepi untuk beristirahat atau menggunakan kendaraan umum saja. Reflek tubuh akan berkurang saat kita mengantuk, hal ini bisa menjadi faktor terjadinya kecelakaan.

3. Mabuk saat berkendara

Sama seperti berkendara saat mengantuk, jika kita mabuk saat berkendara sudah pasti konsentrasi, pandangan, dan reflek tubuh kita tidak normal. Tak jarang kendaraan akan melaju dengan sangat cepat karena kita tidak bisa mengontrol secara penuh tubuh kita. Otomatis prosentase untuk terjadinya kecelakaan akan lebih besar.

4. Tidak memperhatikan kondisi jalan

Kondisi jalan tiap daerah tentunya berbeda-beda. Ada yang licin, ada yang berlubang, ada yang memiliki tikungan tajam. Jika kita tidak memperhatikan kondisi jalan dengan benar, maka dengan mudah kita akan mengalami kecelakaan di jalan.

5. Tidak rutin mengontrol kondisi kendaraan

Kondisi kendaraan yang tidak layak jalan seperti ban gundul, rem yang tidak berfungsi dengan baik bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kecelakaan selama berkendara. Untuk itu kita wajib rutin mengontrol kondisi kendaraan kita agar terhindar dari kecelakaan di jalan.

Kampanye MRSF 2019 Menggunakan Idola

Demi memudahkan tersampaikan pesan keselamatan berkendara, pihak satlantas masing-masing polres yang ada di Kalimantan Timur mengundang artis-artis idola generasi millenial. Jika sang idola yang berbicara tentu saja para anak muda akan lebih mau mendengarkan pesan keselamatan berkendara.

Beberapa artis ibu kota yang menjadi idola generasi millenial dihadirkan demi mensukseskan kampanye MRSF 2019. Beragam hadiah door prize diharapkan bisa menambah animo kehadiran generasi muda di setiap kegiatan yang digelar. Undangan ke sekolah dan komunitas anak muda untuk mengikuti setiap kegiatan dilakukan demi meyebarluaskan pesan kampanye MRSF 2019.

Harapan Dilaksanakannya MRSF 2019

Keselamatan berkendara sebenarnya menjadi tanggung jawab dari pribadi para pengguna jalan. Jika ingin selamat selama berkendara, harus selalu memperhatikan segala sesuatunya. Mulai dari kelengkapan berkendara, cara berkendara yang aman, serta rutin mengontrol kendaraan.

Rata-rata kecelakaan yang terjadi di jalan karena kelalaian dari pengguna jalan. Mengemudi dengan kecepatan melebihi batas, tidak menggunakan helm untuk kendaraan roda dua, ugal-ugalan di jalan, menyalip kendaraan tanpa memperhitungkan dan melihat situasi jalan, berkendara sambil menelpon, dsb.

Melalui MRSF 2019 diharapkan bisa mengurangi tingkat kecelakaan di jalan, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda untuk taat berlalu lintas. Komunitas motor yang menampung para anak muda diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara. Tidak ada lagi nantinya konvoi yang melanggar aturan dan menghalangi pengguna jalan lainnya.

Kunjungan ke sekolah dan acara yang melibatkan anak sekolah diharapkan bisa menyadarkan anak sekolah bagaimana pentingnya keselamatan berkendara. Jika belum cukup umur diharapkan untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah, demi keselamatan bersama.

Sebagai generasi muda penerus bangsa sangat disayangkan jika harus mengakhiri hidupnya di jalan karena kecelakaan lalu lintas. Generasi muda potensial yang punya masa depan cerah harus paham dan taat peraturan berkendara. Jika dari muda sudah bisa mengerti cara aman berkendara, paham peraturan, dan bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara, tentunya angka kecelakaan akan menurun dengan sendirinya.

Jika kita sudah bisa memahami keselamatan berkendara, semoga kita bisa menjadi pelopor yang membantu tugas pihak kepolisian untuk ikut mengingatkan teman, saudara, orang yang kita cintai untuk lebih memperhatikan keselamatan berkendara. Semoga kita semua terhindar dari musibah kecelakaan di jalan raya. ***

*** Achmad Faizal: Penggiat media sosial di Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *