ARTICLE SOBAT POLRI

Masuk Polisi Masih Pakai Uang Pelicin?

Kepolisian kembali membuka kesempatan kepada generasi muda untuk bergabung menjadi abdi negara. Adapun untuk tahun 2019 yang dibuka di antaranya:

1. CALON TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN T.A. 2019

Lama Pendidikan Akademi Kepolisian Selama 4 (empat) Tahun. Lulusan Akademi Kepolisian Berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

2. BINTARA POLRI T.A. 2019

Lama Pendidikan Bintara Polri Selama 7 (tujuh) Bulan. Lulusan Bintara Polri Berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

3. TAMTAMA POLRI T.A. 2019

Lama Pendidikan Tamtama Polri Selama 5 (lima) Bulan. Lulusan Tamtama Polri Berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada).

Untuk Informasi Pendaftaran Online Melalui Website Polri www.penerimaan.polri.go.id serta Biro SDM Polda Kalimantan Timur. Pendaftaran Online Dibuka Mulai Tanggal 6 Maret – 22 Maret. Penerimaan Polri Menggunakan Prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis).

Ada Uang Baru Bisa Lulus

Stigma negatif kepolisian yang masih tertanam di masyarakat salah satunya adalah jika ingin masuk jadi polisi butuh uang yang cukup besar baru bisa lulus. Tak ada uang ya tidak bisa lolos ke tahap selanjutnya, atau kalau pun lolos tahap awal, akan digugurkan pada tahap selanjutnya jika tidak memberi uang pelicin kepada polisi.

Pihak kepolisian terus berupaya mematahkan dan menghapus stigma negatif mengenai penerimaan polisi. Reformasi sistem dan mental dilakukan di tubuh polri. Proses penerimaan anggota Polri mengacu pada prinsip dasar penerimaan yaitu “BETAH” yang merupakan kepanjangan dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

Sosialisasi terbuka dan seluas-luasnya dilakukan pihak kepolisian dalam rangka menjaring peminat pendaftar calon polisi. Baliho, kunjungan ke sekolah, pengumuman melalui koran, dan media sosial dilakukan oleh pihak kepolisian.

Peserta tidak usah ragu dan cemas lagi dengan adanya “calon siswa titipan”. Semua tahapan seleksi dilakukan secara terbuka. Seluruh peserta seleksi sekarang bisa melihat sendiri hasil seleksi di setiap tahapannya. Mulai dari proses penerimaan berkas, pemeriksan administrasi, kesehatan, tes akademik, psikotes, dan kesamaptaan dan jasmani hingga proses kelulusan.

Tidak main-main demi mewujudkan proses penerimaan yang bersih, pihak kepolisian dalam hal ini kewenangan Polda setiap tahunnya selalu membentuk Tim Pengawas Internal yaitu terdiri dari Itwasda dan Bidpropam Polda setempat. Ada juga Tim Pengawasa Eksternal yang terdiri dari Diknas, Disdukcapil, IDI, HIMPSI, Akademisi, Guru Olahraga, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, LSM, Media Massa yang juga memiliki fungsi untuk mengawasi pelaksanaan setiap tahapan seleksi secara ketat, terus menerus, transparan.

Semua hasil tahapan bisa juga diakses secara luas melalui website polri dan polda setempat. Sehingga masyarakat tidak ragu lagi dan bisa sama-sama mengawasi proses penerimaan polri.

Pakta Integritas Penerimaan Polri

Demi menjamin proses penerimaan polri yang transparansi dan bersih, Polda Kaltim dalam setiap tahun anggaran penerimaan melakukan penandatanganan Pakta Integritas. Penandatanganan pakta integritas dan penyumpahan bagi seluruh panitia daerah polda Kaltim dengan maksud sebagai sarana kontrol, pengendalian dan pengawasan selama proses seleksi penerimaan.

Diharapkan tidak ada lagi penyimpangan seperti Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang dilakukan oleh anggota panitia penerimaan. Kesadaran dari orang tua calon siswa juga sangat penting. Jangan memaksakan dan mencari segala cara agar sang anak bisa lulus dan diterima sebagai calon siswa.

Terkadang ada orang tua yang demi anaknya bisa menjadi polisi lalu berupaya mencari cara dengan melakukan suap kepada polisi. Tidak bolah ada oknum yang yang memanfaatkan momentum penerimaan polri.

Jangan pernah percaya jika ada orang yang mengatasnamakan kepolisian yang menjanjikan bisa lolos masuk polisi, apalagi dengan imbalan sejumlah uang. Penerimaan polisi tidak memungut biaya dari peserta alias masuk polisi gratis.

Hal seperti ini perlu diberantas dan dihapuskan agar abdi negara yang diterima benar-benar yang terbaik dari yang terbaik, bukan karena titipan. Jika cara masuknya saja sudah menyimpang, tidak menutup kemungkinan jika sang anak sudah masuk dan menjadi polisi akan melakukan penyimpangan juga.

Dari awal anak harus dibina dan diberi pemahaman bahwa untuk menjadi polisi harus mampu bersaing dengan sehat. Memiliki kompensi yang baik serta fisik yang mumpuni agar kelak jika menjadi polisi bisa menjadi polisi yang baik dan menjaga integritas.

Polisi Tidak Menerima Sogokan

Dengan adanya pengawasan ketat baik dari tim internal maupun eksternal saat penerimaan polisi menyempitkan ruang gerak bagi oknum yang ingin memanfaatkan proses penerimaan polisi. Melalui proses penerimaan yang bersih diharapkan bisa memperoleh anggota Polri yang baik dalam melindungi, mengayomi dan melayani serta profesional dalam penegakkan hukum.

Uang pelicin di awal bisa jadi nantinya akan menjadi pemacu bagi sang calon untuk mendapatkan kembali uang tersebut setelah menjadi polisi. Cara yang salah akan melahirkan hasil yang salah pula.

Jika menemui kecurangan dan penyelewengan selama proses penerimaan polri kita dapat melaporkan secara langsung melalui website SDM Polri di http://ssdm.polri.go.id/ dengan mengisi form pengaduan yang ada di situs tersebut. Bisa juga melalui akun media sosial info penerimaan polri dan melalui whatsapp : +6281317235387 atau sms ke +6281317235387 dengan Format SMS : Info Penerimaan Polri # Nama # Alamat/Kota # Email # Isi Informasi.

Mari sama-sama kita jaga diri dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme jika mengikuti proses penerimaan polisi. Laporkan jika menemui hal yang menyeleweng selama proses penerimaan berlangsung. Kita bantu polri mewujudkan penerimaan yang Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) agar Polri semakin Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter). ***

*** Achmad Faizal: Penggiat media sosial di Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *