ARTICLE SOBAT POLRI

Polri Dan TNI Benteng NKRI

Menjelang Pemilihan Umum 2019 suasana politik di Indonesia tentunya akan semakin memanas. Gesekan antara masing-masing pendukung calon presiden, calon legislatif beserta para tim sukses kemungkinan terjadi. Kita bisa liat banyak sekali perdebatan di media sosial antara masing-masing pendukung capres 2019. Bagaimana keamanan NKRI bisa tetap terjaga?

Keamanan Pemilu 2019 Tanggung Jawab Siapa?

Sebagai abdi negara, TNI dan Polri memang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kedamaian NKRI. Semua itu bisa terwujud jika semua pihak terlibat dalam menjaga keamanan dan kedamaian NKRI. Menjelang pemilu 2019, kondisi politik yang memanas, dua kubu pendukung yang saling bersiteru tentunya menjadi momok bagi keamanan dan kedamaian. Potensi konflik antara dua kubu besar terjadi. Untuk itulah perlu adanya kerjasama semua pihak dalam menciptakan iklim pemilu 2019 yang aman, tenang, damai, jujur dan adil.

Perlu adanya kerjasama pihak-pihak seperti Bawaslu, KPU, kontestan, partai pendukung, massa pendukung, pemda, media, dan tokoh masyarakat untuk mendinginkan suasana, tidak memancing perselisihan antara pendukung masing-masing kubu. Masyarakat yang ingin tenang dan damai juga harus menjaga ketertiban dan keamanan, jangan melakukan tindakan yang dapat merusak demokrasi di Indonesia.

Pesta Demokrasi Tanpa Anarkis

Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi rakyat Indonesia, sudah sepatutnya kita sama-sama menjaga kelangsungan proses pemilu 2019. Pesta demokrasi 5 tahunan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden yang memimpin negara Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

Sebagai warga negara yang baik, diharapkan menunaikan kewajibannya untuk mencoblos saat pemilu 2019. Masa depan bangsa Indonesia berada di tangan masyarakat Indonesia. Menentukan pilihan para pemimpin yang kita anggap mampu memimpin bangsa ini untuk 5 tahun ke depan.

Untuk para kontestan pemilu, diharapkan tidak memecah belah masyarakat, tidak menghasut masyarakat untuk melakukan tindakan anarkis yang mencoreng pesta demokrasi di Indonesia. Perang di media sosial antara dua kubu pendukung capres dan cawapres sudah pasti terjadi. Hal ini sepatutnya dihindari agar tidak memancing perpecahan di masyarakat. Berbeda pilihan adalah hal yang wajar. Jangan jadikan perbedaan sebagai unsur pemecah belah. Isu SARA jangan dilibatkan dalam politik, karena dengan gampang isu tersebut membuat keributan antar sesama warga Indonesia.

Himbauan Kamtibmas (pic Polda Kaltim)

TNI dan Polri Siap Bersinergi Mengamankan Pemilu 2019

Demi menjamin keamanan dan ketertiban selama menjelang pemilu hingga usai pemilu 2019, TNI dan Polri berkomitmen untuk menjaga soliditas dan bersinergi. Dengan bersinergi, maka kekuatan pengamanan pemilu akan menjadi semakin kuat. Tanggung jawab keamanan negara bukan hanya milik TNI, tetapi juga menjadi tanggung jawab dari Kepolisian sebagai abdi negara.

Sebenarnya sinergitas antara TNI dan Polri bukan hanya terjalin selama pemilu 2019 saja. Pengamanan arus mudik, pengamanan Asean Games 2018, Pilkada serentak berlangsung dengan aman dan damai karena sinergitas dari TNI dan Polri.

Semua jajaran di daerah sudah mendapat instruksi untuk saling bahu membahu menciptakan kondisi pemilu yang aman dan tertib. Tindak tegas pelaku yang mencoba mengacaukan keamanan selama menjelang pemilu 2019. Proses pemilu mulai kampanye, pendistribusian logistik pemilu, pencoblosan, serta penghitungan suara harus dikawal ketat aparat keamanan demi terciptanya pemilu damai, bersih, jujur dan adil.

Polda Kaltim Bersama TNI Siap Amankan Pemilu 2019

Dalam rangka mengamakanka pemilu 2019 di wilayah hukum Kalimantan Timur, Polda Kaltim bersinergi dengan TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD Kota Balikpapan serta Pemkot Balikpapan. Selain itu Polda Kaltim juga menjalin sinergi dengan KPU, Bawaslu, serta tokoh masyarakat agar bisa bersama-sama mengawal keamanan selama berlangsungnya proses pemilu 2019 di Kalimantan Timur.

Beragam cara dilakukan Polda Kaltim demi menjalin silaturahmi yang erat dengan pihak TNI, salah satunya adalah dengan melakukan gowes bareng Kodam VI Mulawarman bersama masyarakat. Latihan pengamanan gabungan juga dilakukan pihak Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman.

Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) mulai dari apel kesiapan dan patroli skala besar sebelum berlangsungnya pemilu, proses pendistribusian logistik pemilu, pengamanan di tiap TPS, penanganan jika ada gangguan kamtibmas, pengamanan penghitungan suara dan pengamanan jika terjadi unjuk rasa yang anarkis. Latihan gabungan sispamkota bertujuan agar personel yang terlibat dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing satuan, baik di tingkat Polda maupun Polres serta dengan TNI dan instansi terkait lainnya.

Selama proses kampanye pasangan capres dan cawapres juga dilakukan pengamanan berlapis demi mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Semua pasangan capres dan cawapres yang berkampanye di wilayah hukum Kalimantan Timur harus merasa aman saat kampanye, dan kampanye juga diharapkan bisa berlangsung dengan aman dan tertib.

Pengawalan terhadap logistik Pemilu 2019 juga menjadi target bagi pihak Polri dan TNI. Agar Pemilu 2019 bisa berlangsung dengan aman, lancar dan tertib, tentunya logistik pemilu harus aman. Proses pendistribusian logistik pemilu hingga ke pelosok daerah di seluruh wilayah Indonesia terus dijaga oleh aparat dari Polri dan TNI yang saling bahu membahu mengupayakan agar logistik tetap aman dan tiba tepat waktu.

Tidak hanya sebelum dan saat pemilu berlangsung saja kemanan dijamin, pasca pemilu 2019 pun Polri dan TNI siap mengamankan keamanan dan ketertiban. Patroli rutin ke pemukiman masyarakat dilakukan guna mencegah gangguan kamtibmas. Pihak Polda Kaltim tetap mengedepankan humanis dalam menangani gangguan-gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi. Namun jika sudah mulai anarkis tentunya ada satuan tersendiri yang siap menghalau aksi yang sifatnya anarkis.

Himbauan Melalui Medsos dan Spanduk Serta Baliho

Demi tersampaikannya pesan damai pemilu, pihak Polda Kaltim juga terus melakukan sosialisasi melalui media sosial serta pemasangan spanduk dan baliho yang berisikan ajakan mencoblos saat pemilu 2019 atau himbauan agar tetap menjaga keamanan menjelang pemilu 2019.

Masyarakat yang gemar bermain di dunia maya diharapkan tidak menyebarkan berita hoax atau kampanye negatif serta menghindari perdebatan yang ujungnya akan mengakibatkan perselisihan antara dua kubu pendukung capres dan cawapres 2019.

Mari bersama kita jaga kondusifitas keamanan kota masing-masing. Tetap jaga hati, jaga lisan, berbeda pilihan itu hal biasa. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan menjadikan kita terpecah belah. NKRI Harga Mati !. ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *