ARTICLE SOBAT POLRI

Jangan Nakal, Nanti Ditangkap Pak Polisi

“Adek gak boleh nakal, nanti mama panggilin pak polisi biar adek ditangkap sama pak polisi”

Kalimat sakti yang sering dilontarkan oleh para orang tua jika anaknya bandel, atau susah makan. Memang bagi sebagian besar anak kecil, kalimat itu akhirnya bisa menenangkan atau membuat mereka menurut. Tapi bagaimana dampak kedepannya bagi anak?

Ketakutan

Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan. Perlu dicatat bahwa ketakutan selalu terkait dengan peristiwa pada masa datang, seperti memburuknya suatu kondisi, atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima.

Dampak Psikologis Menakuti Anak

Menakuti anak sebagai senjata untuk mendisiplinkan anak bukanlah hal yang pantas dilakukan orang tua. Anak kecil pola pikirnya masih belum bisa membedakan mana yang masuk akal, mana yang tidak. Rasa takut juga berhubungan dengan pikiran, memori, perasaan, atau kata-kata, Seringkali rasa takut dan cemas dihasilkan oleh produk negatif pikiran kita dan lingkungan sekitarnya. Bila produk negatif pikiran tersebut telah menjadi suatu keyakinan tentu hal ini akan mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang.

Polisi kerap sekali dijadikan media untuk menakuti anak–anak. Karena selama ini polisi kerap dikonotasikan sebagai sosok yang menakutkan. Menakuti anak dengan sosok polisi seperti itu mungkin sudah dianggap ‘wajar’ oleh masyarakat kita, toh kalau sudah besar mereka akan mengerti sendiri bahwa itu hanya upaya untuk menyelesaikan masalah yang dianggap efektif, kalau anak tersebut sudah besar mereka akan mengerti sendiri.

Yang terjadi adalah walaupun ilmu berpikir positif sudah dimilikinya ketika dewasa, tetap saja alam bawah sadar merasakan kondisi negatif yang pernah dialaminya tersebut. Rasa cemas, takut, gugup saat bertemu dengan polisi di masa depan akan terasa karena sedari kecil sudah tertanam ketakutan akan sosok polisi.

Jika suasana takut akibat sering ditakut-takuti itu terus menetap dalam benak anak, maka proses eksplorasi, bermain dan kegiatan rutinnya akan terganggu serta terhambat. Perasaan takut berlebihan akan merusak kempuan berpikir dan berperilaku secara rasional, terutama dalam pengambilan keputusan.

Polisi Sahabat Anak

Dok Polda Kaltim

Peran aktif kepolisian untuk menghilangkan rasa takut anak kepada sosok polisi juga perlu dilakukan. Salah satu cara yang sudah sering dilakukan ialah kunjungan ke sekolah, terutama tingkatan PAUD / TK.

Selain menanamkan rasa aman jika ada polisi di dekat anak, anak-anak juga dapat belajar dan mengenal rambu-rambu lalu lintas. Tentunya cara penyampaian dengan cara yang tepat agar anak-anak merasa nyaman bermain sambil belajar.

Dengan mendekatkan sosok polisi kepada anak, diharapkan juga si anak paham tugas mulia seorang polisi, Jiwa ksatria, jujur dan disiplin dapat dicontoh dan menjadi karakter pada saat mereka sudah dewasa nanti. Juga si anak tidak phobia terhadap polisi dan merasa bangga dengan polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Dok Polda Kaltim

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membentuk pola pikir bahwa polisi adalah sahabat anak adalah dengan mengundang anak-anak PAUD/TK untuk berkunjung ke kantor polisi. Di sana mereka dapat melihat secara langsung bagaimana keadaan sebenarnya kantor polisi, apa saja yang dikerjakan oleh polisi. Tentunya harus didampingi dan dibuat senyaman mungkin agar anak betah dan menikmati kunjungan.

Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang Tugas Polisi dan Cara berlalu lintas yang benar kepada anak–anak usia dini atau yang masih duduk di bangku sekolah, sehingga saat sudah besar nanti mereka dapat memahami peraturan lalu lintas yang ada di jalan. Jika anak–anak di usia dini lebih merasa dekat dengan polisi, kesan seram polisi di mata anak perlahan berubah menjadi polisi yang bersahabat.

Mari ubah kalimat “Jangan nakal nanti ditangkap polisi” menjadi “Jangan nakal, harus pintar biar bisa jadi polisi.” ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *