ARTICLE SOBAT POLRI

Teror Bom Untuk Polisi

Dok Humas Polda Kaltim

Kembali Polisi menjadi sasaran bagi teroris di Indonesia. Rabu (13/11/19) terjadi aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Terduga pelaku mengenakan jaket dan membawa tas. Saat dilakukan pemeriksaan, terduga menerobos dan lari ke arah kantin, seketika itu juga pelaku meledakkan diri. Beberapa aparat yang berada di sekitar lokasi kejadian mengalami luka karena diduga bom menggunakan paku. Pada saat kejadian di Polrestabes Medan sedang banyak warga Medan yang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat mendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Pasca ledakan, di setiap kantor kepolisian di seluruh Indonesia memperketat penjagaan dan akses masuk, guna mencegah adanya teror serupa, termasuk di lingkup wilayah hukum Polda Kaltim. Mengapa aparat kepolisian kerap dijadikan target oleh pelaku aksi teror?

Dendam Pelaku Teror

Bom Medan bukan satu-satunya aksi teror yang ditujukan kepada institusi Polri. Sebelumnya sudah ada beberapa kejadian yang menargetkan Polisi sebagai korban, diantaranya Bom Mapolres Cirebon (2011), Bom Mapolres Poso (2013), Bom Sarinah (2016), Bom Mapolresta Surakarta/Solo (2016), Bom Mapolrestabes Surabaya (2018), Bom di pos lebaran Sukoharjo (2019).

Keberhasilan Polisi dalam membongkar jaringan aksi teror di Indonesia menjadi salah satu pemicu para pelaku aksi teror memborbardir markas Polisi. Beberapa anggota teroris bahkan meregang nyawa saat melakukan perlawanan ketika akan ditangkap. Hal ini menjadi salah satu pemicu kawanan teroris untuk menitik beratkan Polisi sebagai target utama aksi mereka. Polisi dianggap penghalang besar bagi aksi mereka. Dengan melakukan aksi di kantor Polisi, mereka berharap adanya ketakutan dan rasa tidak aman bagi aparat untuk beraktivitas.

Terorisme Di Indonesia Masih Hidup

Seakan tiada henti dan tanpa rasa takut, pelaku aksi teror menghujani bumi pertiwi dengan aksi-aksinya. Ratusan terduga pelaku teror sudah tertangkap, namun tetap saja masih ada benih baru yang mencari celah untuk melakukan aksi, seolah mereka ingin menunjukkan eksistensi keberadaan mereka di Indonesia.

Apakah Polisi tidak bisa mendeteksi akan adanya serangan teror di markas mereka sendiri?

Tentunya pertanyaan tersebut muncul di sebagian besar benak masyarakat. Kelengahan Polisi menjadi sasaran bagi pelaku teror untuk melakukan aksi. Namun jika dinilai Polisi gagal mendeteksi teroris, tentunya penangkapan terduga pelaku teror selama ini tidak akan terjadi. Adanya penangkapan terduga pelaku aksi teror tentunya merupakan salah satu prestasi dari pihak Kepolisian dalam mengamati dan mencegah aksi teror yang akan terjadi di bumi pertiwi. Jika saja Kepolisian tidak bertindak, bukan tidak mungkin akan terjadi aksi teror yang memakan korban.

Peran Serta Masyarakat Membantu Memberantas Terorisme

Pelaku teror tentunya tinggal di Indonesia, dan terkadang karena kecuekan dari masyarakat akan tetangga membuat mereka bisa leluasa mempersiapkan aksinya. Tentunya hal ini dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam memantau lingkungan di sekitar tempat tinggal. Adanya orang baru atau orang-orang yang berperilaku mencurigakan sepatutnya bisa dipantau dan dilakukan pendekatan untuk setidaknya menutup ruang gerak mereka dalam mempersiapkan aksi.

Dok Humas Polda Kaltim

Jajaran kepolisian di daerah sebenarnya sudah terus melakukan pendekatan ke masyarakat untuk mengenali dan mencegah aksi teror di lingkungan sekitar tempat tinggal. Bhabinkamtibmas diturunkan ke masyarakat guna berkoordinasi dengan ketua RT dan tokoh masyarakat. Masyarakat diharapkan lebih aktif dan segera melaporkan ke pihak terkait jika menemukan hal mencurigakan di sekitar tempat tinggal.

Patroli Sambang Masyarakat

Salah satu giat yang juga bertujuan untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat yang dilakukan oleh Polri ialah dengan melakukan patroli keamanan ke lingkungan yang rawan maupun yang tidak. Dengan menggencarkan patroli ke lingkungan masyarakat, diharapkan masyarakat bisa lebih mempercayai kepolisian dan dengan cepat melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Selain itu patroli sambang masyarakat ini juga dilakukan guna menjaga kondusifitas keamanan daerah. Dengan semakin seringnya patroli diharapkan ruang gerak para pelaku aksi teror akan semakin mengecil. ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *