ARTICLE SOBAT POLRI

Virus Corona Dan Virus Hoaks

“Min, hoax gak min?” Sebuah pesan dari followers masuk di akun instagram kami @balikpapantl. Pesan itu disertai tangkapan layar status facebook yang berisikan:

“Bismillah
Info Penting
Usahakan keluar rumah memakai MASKER karena di RS. Kanujoso SUDAH MENERIMA PASIEN POSITIF CORONA. ORANG BALIKPAPAN BARU DATANG DARI CHINA ( berita akurat )”.

Tentu saja saya terkejut dan langsung mencoba mencari tahu kebenaran info tersebut. Saya pun membuka facebook dan mencoba menelusuri akun yang menyebarkan informasi tersebut. Seperti biasa, ada beberapa netizen fb dengan cepat ikut membagikan status tersebut yang berisi informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Tak lama kemudian akhirnya keluar klarifikasi melalui instagram story dari akun Bapak Walikota Balikpapan @rz_effendi58 berupa tangkapan layar dari status fb yang kami terima disertai tulisan

Postingan Klarifikasi Via Insta Stroy Akun Walikota Balikpapan

“Izin meluruskan untuk sementara informasi ini tidak benar. Sesuai dengan klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan”.

Saya pun mencoba mencari ke akun media sosial Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tentang info yang berkaitan dengan status fb tadi dan saya menemukan postingan di akun instagram Dinas Kesehatan Kota Balikpapan @dinkes_balikpapan dengan isi sebagai berikut:

“Selamat Malam Sahabat Sehat Kota Balikpapan
Kepada Masyarakat Kota Balikpapan
Sehubungan dengan berita HOAX tentang adanya penderita Novel Corona Virus di RSUD Kanujoso yang diposting di FB Sdr(i) Kazahra Tanzania dan berita kematian Ansur Nabab di Balikpapan sebagai kematian pertama akibat Corona Virus diluar China maka bersama ini kami menyampaikan bahwa kedua berita ini adalah tidak benar ( Hoax ).
Kami harap masyarakat tetap tenang dan melindungi diri dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) terutama membiasakan mencuci tangan pakai sabun , mengkonsumsi makanan bergizi , menggunakan masker , dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sedang batuk, pilek dan demam.
Terima kasih
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Balikpapan
A.Sri Juliarty
Cc :
@pemkot_balikpapan
@rz_effendi58
@rrahmadmasud”

Penyebar Hoaks Bisa Terjerat Beberapa Pasal

Orang yang menebarkan informasi palsu atau hoaks di dunia maya akan dikenakan hukuman yang telah diatur dalam KUHP dan UU lain di luar KUHP.

Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.

bicara hoax itu ada dua hal. Pertama, berita bohong harus punya nilai subyek obyek yang dirugikan. Kedua, melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 28 ayat 2 itu berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”

Kalau berita-berita itu menimbulkan kebencian, permusuhan, dan mengakibatkan ketidakharmonisan di tengah masyarakat. Sanksinya hukuman (pidana penjara) selama enam tahun dan/atau denda Rp1 miliar Rupiah.

Polda Kaltim Amankan Terduga Penyebar Hoaks Corona Di Balikpapan

Januari 30, 2020, Polda Kaltim meminta keterangan kepada KR yang diduga menyebarkan berita hoaks tentang virus corona melalui status di akun facebook. KR (29) warga Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Ternyata dari hasil pemeriksaan. Diketahui aksi nekat KR tersebut dipicu perdebatan dengan saudaranya terkait virus corona.

Meski setelah itu KR sempat membuat postingan permohonan maaf mengenai penyebaran informasi yang belum pasti melalui akun facebooknya, ia tetap dipanggil Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan.

Berikut postingan KR yang mengklarifikasi postingan sebelumnya di FB:

“Bismillah. Mohon maaf atas postingan sebelumnya karena telah meresahkan warga Balikpapan. Saya mohon maaf karena postingan tersebut adalah kesalahan belum terverifikasi dengan benar. Untuk yang sudah membagikan postingan saya harap segera hapus. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon tidak dibagikan kepada seluruh kota Balikpapan. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.”

Dok Humas Polda Kaltim

Selang berapa hari kemudian, ada lagi yang membuat status di facebook tentang adanya pasien corona di Balikpapan. Kali ini, pelaku FB (39), yang kedapatan mengunggah status di akun Facebooknya yang berisi ada pasien yang sudah positif corona di Balikpapan.

Mereka berdua dijerat pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang informasi bohong dengan ancaman maksimal pidana penjara 7 -10 tahun.

Media Sosial Dan Hoaks

Kehadiran hoaks yang sering digunakan menjadi berita bohong untuk membelokkan pendapat dan pandangan masyarakat pada fakta sebenarnya, berita palsu seringkali digunakan sebagai bahan pamungkas oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan tidak mempedulikan dampak negatif yang dapat terjadi pada terbelahnya masyarakat.

Mudahnya akses ke media sosial, cukup melalui smartphone saja, menyebabkan dengan mudahnya tersebar jutaan informasi yang disisipi adanya informasi yang belum jelas kebenarannya. Terkadang hanya membaca judul, langsung ikut menyebarkan, tanpa membaca secara detail dan mencoba mencari tahu kebenaran informasi yang didapat dan disebarkan.

Bagi masyarakat umum yang tidak dapat membedakan berita yang sebenarnya, membuat masyarakat bias akibat tidak berdaya untuk memeriksa data yang benar dan sesuai dengan kenyataan. Facebook merupakan yang masih paling banyak di akses di Indonesia, dan jutaan informasi hoaks ikut bertebaran di media sosial ini.

Corona memang sedang mewabah dan dampaknya memang mematikan. Kita memang patut waspada dan hati-hati. Namun kewaspadaan terhadap masuknya virus corona di Indonesia tentunya tidak perlu disikapi dengan was-was dan cemas berlebih, sehingga menelan begitu saja informasi seputar virus corona yang beredar dan fatalnya membagikan melalui media sosial.

Lebih bijaklah menggunakan media sosial. Pantau dan laporkan jika ada informasi yang belum pasti yang bisa menimbulkan keresahan dan kepanikan di masyarakat. Hubungi akun media sosial lembaga pemerintah yang memang resmi dan memiliki kredibilitas guna mencari tahu mengenai penyebaran virus corona di Indonesia.

Adanya kasus hoaks mengenai virus corona di Balikpapan diharapkan menjadi pelajaran, menjadi contoh kepada masyarakat untuk tidak serta merta menyebarkan berita informasi yang tidak didukung dengan fakta yang akurat. Bila belum tahu pasti kebenarannya, dimohon agar tidak menyebarkan informasi apapun, agar tidak terjerat kasus hoaks. ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *