ARTICLE SOBAT POLRI

Peran Aktif Masyarakat Memutus Peredaran Narkoba Di Lingkungan Sekitar

Bicara Narkoba seakan tak ada habisnya. Semua golongan bisa tersentuh barang haram ini. Tak mengenal golongan, status, mau pun jenis kelamin. Bisa jadi ada di antara anggota keluarga, tetangga, saudara kita yang sudah terbuai oleh kenikmatan semu narkoba. Tanpa kita sadari kemungkinan untuk kita ikut terjerumus akan lebih besar, jika kita berada di lingkungan yang terpengaruh oleh narkoba.

Sering kita jumpai jika ada akun dari kepolisian yang mengunggah informasi soal penangkapan tersangka narkoba, ada saja yang komen mengkritisi mengapa hanya yang kecil atau mengapa penggunanya saja yang ditangkap. Jika saja yang komen mengetahui benar ada peredaran narkoba dan ikut aktif melaporkan, mungkin saja akan lebih banyak bandar-bandar narkoba yang bisa diringkus oleh pihak kepolisian.

Dampak Penggunaan Narkoba

Narkoba merupakan zat atau obat yang jika masuk ke dalam tubuh sangat mempengaruhi kinerja tubuh, terutama otak atau susunan saraf pusat. Sehingga menyebabkan gangguan fisik, psikis dan sosial

  1. Bahaya narkoba terhadap fisik
  • Gangguan pada system syaraf (neurologis
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
  • Gangguan pada kulit (dermatologis)
  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner)
  • Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  • Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
  • Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

2. Bahaya narkoba terhadap psikologi

  • Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah
  • Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  • Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

3. Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial

  • Gangguan mental
  • Anti-sosial dan asusila
  • Dikucilkan oleh lingkungan
  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  • Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.

Peran Orang Tua Menjaga Anak Dari Jeratan Narkoba

Dari skala kecil, Tingkatan keluarga harus mampu mebentengi diri dari jeratan narkoba. Sebagai orangtua harus bisa untuk menjaga anaknya dari bahaya narkoba. Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengontrol anak mereka agar tak terjerumus ke hal-hal yang buruk.

Di samping memberikan pendidikan duniawi, jangan tinggalkan pendidikan agama. Hal itu untuk menjaga kepribadian mereka di masa mendatang. Beri anak kegiatan yang positif dengan lingkungan yang positif juga. Beri edukasi mengenai narkoba dan dampaknya terhadap tubuh dan kesehatan. Jangan lupa, tetap kontrol lingkungan sekitar anak beraktivitas, segera laporkan jika ada hal yang mencurigakan terkait dengan peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Membentengi keluarga dengan iman dan takwa juga sangat penting dan paling ampuh untuk mencegah masuknya narkoba ke lingkungan keluarga. Jika keimanan serta ketakwaan sudah semakin tinggi, maka narkoba akan susah masuk ke keluarga kita.

Ingat, jangan hanya menyuruh untuk belajar agama, sebagai orangtua juga wajib untuk mencontohkan, sehingga anak akan secara otomatis mengikuti orangtuanya. Jika orangtua hanya bisa menyuruh tanpa memberi contoh, bukan tidak mungkin hanya akan masuk kuping kanan keluar kuping kiri sang anak.

Polda Kaltim Tingkatkan Pengungkapan Kasus Narkoba

Dok Humas Polda Kaltim

Sejak awal tahun 2020 hingga bulan februari ini, Polda Kaltim semakin gencar memberantas narkoba. Mulai dari “penguasaan” kampung narkoba Gunung Bugis di Balikpapan, hingga pengungkapan kasus peredaran Sabu seberat 3,7 kg di Samarinda.

Kabid Humas Polda Kaltim  Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan Polri akan terus berkomitmen dalam pemberantasan Narkotika di Kalimantan Timur baik secara terbuka dengan patroli maupun penegakkan hukum.

Seluruh Polres di bawah wilayah hukum Polda Kaltim dituntut untuk terus aktif mengungkap peredaran narkoba di Kaltim. Beberapa pengungkapan kasus narkoba berkat laporan aktif dari masyarakat yang ikut membantu kepolisian memberantas narkoba dari bumi Kalimantan Timur.

Polresta Samarinda menggagalkan perdaran Narkotika jenis sabu di wilayah Kel. Bandara Kec. Sungai Pinang. Penangkapan barang haram seberat hampir 1 Kg itu digagalkan opsnal reskrim Polsek Samarinda Kota, Rabu (12/2/2020) malam. Penangkapan kedua pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu bermula dari laporan masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan informasi tersebut petugas langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus dua orang yakni MA dan SU. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 18 bungkus plastik klip narkotika jenis sabu seberat 902,3 gram brutto, yang disimpan di dalam tas dan jok motor. Selain itu terdapat juga 5 bungkus plastik klip yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 21,46 gram. Jika ditotal, berat keseluruhan 923, 76 gram brutto.

Polsek Muara Bengkal gagalkan peredaran gelap Narkoba bernilai ratusan juta di wilayah Kec. Muara Bengkal. Penangkapan tersebut bermula dari adanya laporan dari masyarakat sekitar tentang praktek jual beli barang haram tersebut di Jalan Wira Wangsa. Berbekal laporan masyarakat tersebut, Polsek Muara Bengkal mempersiapkan penangkapan. Di lokasi tersebut kemudian personel menemukan pengendara motor dengan perilaku yang mencurigakan. Dari pengendara tersebut polisi mengamankan 1 poket Narkoba jenis sabu.

Polsek Muara Muntai mengamankan Pria berinisial GN di kediamannya akibat Simpan ratusan butir LL di Desa Batuq, Kutai Kartanegara, pada hari Kamis (13/2/2020) malam. Peristiwa ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah, lantaran tersangka sering melakukan transaksi jual beli obat terlarang jenis LL di Desa Batuq. Dengan adanya laporan tersebut anggota Polsek Muara Mutai langsung menuju rumah tersangka dan menemukan satu bungkus plastik klip ukuran sedang yang berisikan obat jenis LL sebanyak dua ratus butir yang disimpan di dalam termos beras milik tersangka. Tak hanya itu, personel juga menemukan lagi 25 bungkus plastik klip kecil yang berisi obat keras jenis LL sebanyak 201 butir yang disimpan di bawah karpet ruang tamu. Pelaku akui barang tersebut miliknya dan petugas mengamankan pria tersebut ke Polsek Muara Muntai.

Tim dari Unit Reskrim Polsek Bengalon Polres Kutai Timur berhasil menangkap seorang laki – laki yang memiliki Narkotika yang berinisial (RM) Kos-kosan di Jl. Merdeka RT.010 Dusun 3 Desa Sepaso Barat Kec. Bengalon Kab. Kutim, Tersangka dibekuk di dalam rumah tersangka, Selasa (25/2/2020). Penangkapan tersangka ini berdasarkan infomasi masyarakat sekitar karena lokasi kejadian sering terjadinya transaksi Narkoba.

Di Kota Bangun, warga masyarakat melaporkan ke Polsek Kota Bangun bahwa di Desa Loleng RT.011, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, sering dijadikan tempat untuk Transaksi Narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian berdasarkan pengembangan kasus Tim Unit Reskrim langsung mendatangi rumah pelaku dan melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan rumahnya, ditemukan 5 (Lima) poket Narkotika jenis shabu-shabu yang disimpan dalam charger handpone milik pelaku.

Di Kutim, Unit Reskrim Polsek Sangatta Polres Kutai Timur berhasil membekuk pengedar Narkotika yang berinisial (SS) di kos – kosan green house kamar nomer 8-b jl. dayung gg rawa mangun sangatta utara kab. kutai timur.  Penangkapan tersangka tersebut itu  berdasarkan infomasi masyarakat sekitar, sebelum melakukan penangkapan Tim Unit Reskrim Polsek Sangatta melakukan peyelidikan di tempat yang telah di berikan informasi oleh masyarakat. Dari pengerebekan itu ditemukanlah  beberapa poket klip plastik berwarna putih bening di duga sabu di kantong celana sebelah kanan. Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 ( satu ) klip plastic berisi 7 ( tujuh ) poket di duga narkotika jenis sabu berat 2,32 gram beserta bungkusnnya, 1 ( satu ) klip plastik berisi 3 ( tiga ) poket di duga narkotika jenis sabu berat 1,13 gram beserta dengan bungkusnya dan 1 ( satu klip plastic berisi 1 ( satu ) poket di duga narkotika jenis sabu berat 1,25 gram beserta dengan bungkusnya. Total Barang Bukti yang berhasil di amankan oleh Unit Reskrim Polsek Sangatta Kurang Lebih 4,7 gram.

Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi hal-hal yang meresahkan. Pihak Kepolisian akan membantu dengan sigap sehingga masyarakat bisa merasakan keamanan di lingkungannya dan dapat memberikan nilai positif, bahkan dapat dirindukan dan diharapkan selalu kehadirannya oleh masyarakat.

Tanpa adanya bantuan baik itu informasi mengenai adanya peredaran narkoba di lingkungan sekitar maupun dukungan masyarakat saat dilakukan penggerebekan agar berhasil melakukan penangkapan, tentunya kepolisian akan semakin bekerja lebih keras. Denan adanya masyarakat yang aktif membantu, setidaknya kerja kepolisian menjadi lebih ringan dan tertarget. Informasi sekecil apa pun akan segera ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Muktiono berkomitmen akan terus mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim hingga keakarnya. Narkoba membawa dampak buruk bagi generasi penerus bangsa. Dengan melakukan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim, tentunya bisa menyelamatkan hingga ribuan orang untuk tidak menggunakan barang haram tersebut. Kapolda berharap dukungan dari semua komponen masyarakat dalam memberantas narkoba, karena ini merupakan tanggung jawab kita semua, untuk melindungi anak-anak kita, generasi penerus bangsa agar jangan sampai terjerumus kepada Narkoba yang menghancurkan masa depan mereka. ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *