ARTICLE SOBAT POLRI

Pilkada Damai Tanpa Hoaks

2020 merupakan tahun pesta demokrasi daerah. 23 September 2020 akan dilangsungkan pemilihan Walikota/Bupati dan Wakil Walikota/Wakil Bupati. Sembilan Kabupaten Kota di wilayah Kalimantan Timur akan memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan.

Sembilan kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada Serentak di Kaltim adalah, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Barat serta Kabupaten Mahakam Ulu.

Masyarakat pun akan mulai terkelompok karena berbeda pilihan pasangan calon pemimpin kota/kabupaten. Hal ini tentu saja jika tidak disikapi dengan bijak akan menimbulkan gesekan baik secara langsung mau pun melalui media sosial. Untuk itu perlu kesadaran dari masyarakat agar tidak saling menjatuhkan melalui kampanye hitam mau pun penyebaran hoaks pasangan lawan.

Beragam isu bisa saja diangkat demi menjatuhkan pasangan lawan. Dan hal ini tidak bisa dibiarkan, karena bisa menimbulkan perpecahan. Sejatinya pilkada digelar untuk memilih pasangan yang akan memimpin daerah selama 5 tahun ke depan, bukan untuk memecah belah masyarakat.

Kampanye antar partai dan paslon pun semakin gencar, mencoba meraup suara dari segala daerah. Tim Sukses masing-masing calon yang akan bertarung di pilkada, baik partai maupun konsultan, tentu sudah memetakan wilayah-wilayah mana saja yang dapat menjadi lumbung suara, wilayah massa mengambang serta wilayah rawan kekalahan.

Pilkada langsung memperebutkan suara rakyat. Masing-masing timses paslon berlomba berebut simpati dari rakyat. Tentu saja dengan iming-iming kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, mereka berebut suara, dan terkadang ada oknum simpatisan yang menggunakan cara curang, melakukan politik uang ataupun melakukan penyebaran informasi hoaks yang bisa menjatuhkan pasangan lawan.

Masyarakat harus jeli menyaring informasi yang diperoleh, terutama yang paling rentan ialah penyebaran informasi melalui media sosial. Informasi bohong dapat menimbulkan perpecahan, untuk itu perlu disaring, dicari dahulu kebenarannya melalui media-media yang terpercaya, jangan main asal bagikan informasi yang ada.

Berita hoaks adalah berita bohong. Tidak cukup sekadar bohong. Hoaks merupakan kebohongan dengan tujuan jahat (malicious deception). Menyampaikan dan menyebarluaskan berita yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Jadi, faktanya ada tetapi tidak disampaikan sesuai kenyataannya. Bisa pula dipahami sebagai menyebarluaskan berita yang bahkan faktanya pun tidak ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi kadang cara seperti ini pun dilakukan. Dampak langsung dari adanya berita hoaks diantaranya jatuhnya nama dan harga diri calon. Juga bisa berbuntut panjang membuat keresahan dan perpecahan di masyarakat.

Dok Humas Polda Kaltim

Masyarakat harus bisa memilah mana informasi yang valid, mana yang hoaks. Berikut cara yang bisa membantu mengidentifikasi informasi yang valid dan hoaks:

1. Judul Yang Provokatif Dan Terkesan Menjatuhkan

Informasi hoaks biasanya menggunakan judul yang sensasional dan terkesan provokatif. Hal ini dilakukan agar masyarakat langsung terpancing emosi dan ikut membagikan tanpa melihat isi dari informasi yang disebar. Tak jarang penyebar hoaks mengambil gambar dan informasi dari media resmi, namun diubah sedemikian rupa hingga bisa menjadi sarana menjatuhkan pasangan lawan.

2. Alamat Situs

Berita hoaks biasanya menggunakan alamat situs berupa blog/sub domain. Hal ini mereka lakukan karena umumnya blog atau sub domain gratis, tidak perlu merogoh kocek untuk membuat sebuah blog atau sub domain. Untuk itu masyarakat dituntut jeli untuk melihat alamat situs yang menyebarkan berita atau informasi. Jika tidak jelas, lebih baik tidak dibagikan informasi atau berita yang beredar.

3. Cek Ricek Data

Ketika mendapati informasi atau berita yang sifatnya menjelekkan, menjatuhkan salah satu paslon yang bertarung di pilkada 2020, ada baiknya masyarakat mencoba mencari tahu kebenaran informasi tersebut. Gunakan mesin pencari di internet untuk cek dan ricek data yang dimuat dalam informasi tersebut. Apabila ditemukan kejanggalan, masyarakat bisa melaporkan informasi atau berita tersebut melalu Bawaslu setempat.

Dok Humas Polda Kaltim

Polda Kaltim Dalam Pilkada 2020

Seperti pilkada sebelumnya, tentunya Polda Kaltim wajib menjaga kondusifitas wilayah Kalimantan Timur. Tetap bersikap netral tanpa menunjukkan dukungan pada salah satu paslon yang bertarung dan menjaga keutuhan serta keamanan wilayah Kaltim.

Beragam cara dilakukan oleh Polda Kaltim demi mensukseskan Pilkada 2020. Mulai dari patroli rutin demi menciptakan kondusifitas keamanan di wilayah Kalimantan Timur, Sosialisasi pilkada damai dan tanpa hoaks melalui media, media sosial, maupun spanduk dan baliho yang tersebar di beberapa titik di masing-masing kabupaten kota yang akan berlangsung pilkada serentak 2020.

Antisipasi gangguan kamtibmas terus dilakukan oleh masing-masing Polres di wilayah hukum Polda Kaltim. Mulai dari pemberantasan premanisme, pengungkapan kasus narkoba, penangkapan pelaku curas, dsb. Semua dilakukan demi menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tentram.

Koordinasi dengan TNI terus dilakukan oleh Polda Kaltim, hal ini dilakukan karena TNI Polri harus bersatu mengatasi segala macam persoalan dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pilkada nantinya. Kedekatan TNI Polri terus dibina, mulai dari olahraga bersama, sambang masyarakat, serta rapat koordinasi gabungan TNI Polri jelang pilkada 2020.

Rakor TNI Polri Serta Muspida Kaltim Jelang Pilkada 2020 (Dok Humas Polda Kaltim)

Patroli sambang warga atau Patroli Dialogis ke masyarakat merupakan cara yang cukup ampuh dan efektif guna mensosialisasikan pilkada damai tanpa hoaks. Kedekatan antaran polri dengan masyarakat tentunya bisa menjadi ikatan hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kenyamanan dalam hubungan. Duduk bersama sambil membicarakan permasalahan kamtibmas, sosialisasi pilkada damai tanpa hoaks akan lebih cepat sampai ke masyarakat.

Focus Group Discussion (FGD) demi mewujudkan pilkada damai dan kondusif juga rutin dilakukan pihak kepolisian. Peran serta masyarakat demi menciptakan suasana kota yang aman tentunya dibutuhkan. Saling bersinergi antara kepolisan, TNI, masyarakat dan lembaga pemerintahan maupun petinggi adat dan petinggi agama sangat diperlukan dalam menciptakan suasana damai, aman dan tentram. Dengan kedekatan kepolisian dengan masyarakat diharapkan situasi yang kondusif tetap terjaga hingga Pilkada, sehingga bisa terwujud tujuan bersama yakni Pilkada Yang Aman, Damai dan Sejuk untuk Indonesia Rukun, Bersatu dan Maju.

FGD yang dilakukan Satbinmas Polresta Balikpapan (Dok Humas Polresta Balikpapan)

Untuk masyarakat yang gemar berselancar di dunia maya, sosialisasi melalui media sosial merupakan senjata ampuh yang dilakukan oleh Polda Kaltim. Polres Balikpapan telah melakukan langkah pendekatan dengan admin media sosial yang ada di Balikpapan yang tergabung dalam forum admin media sosial Balikpapan. Bersama admin dan kepolisian berkomitmen menciptakan suasana kondusif kota Balikpapan jelang pilkada 2020 dan ikut menyebarkan informasi positif serta berkomitmen untuk tidak menyebarkan hoaks melalui media sosial. ***

*** Achmad Faizal, Pegiat Media Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *