ARTICLE INI BALIKPAPAN

11 Sembuh Dan Masuk 7 Kasus Positif Covid-19 Di Balikpapan

Terhitung sejak 1 Juli 2020, penutupan akses secara berjadwal di beberapa ruas jalan di kota Balikpapan telah berakhir. Akan tetapi, Pemerintah Kota Balikpapan dapat kembali melakukan penutupan sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kasus Covid-19.

Dengan berakhirnya penutupan akses secara berjadwal tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berharap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap melekat pada diri masyarakat. Karena itu, kedisiplinan masyarakat sangat penting untuk membantu menekan penularan Covid-19.

Setelah kebijakan ini, Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan akan mengintensifkan pemantauan protokol kesehatan di perusahaan-perusahaan yang ada di kota Balikpapan. Sebab, pertambahan angka kasus positif masih berasal dari para pekerja, yang didominasi bidang migas.

Pada konferensi pers di Kantor Wali Kota hari ini (1/7), Rizal Effendi juga menginformasikan bahwa kini Balikpapan memiliki tiga fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan spesimen Covid-19. Itu setelah bertambahnya laboratorium PCR di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) yang diresmikan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor Rabu pagi (1/7).

Dengan tambahan fasilitas ini, RSKD memiliki dua laboratorium, TCM dan PCR. Sedangkan satu fasilitas pemeriksaan spesimen Covid-19 lainnya adalah laboratorium PCR milik RS Pertamina Balikpapan.

Laboratorium PCR di RSKD ditargetkan beroperasi mulai pekan depan, dan jika sudah beroperasi diharapkan semakin mempercepat penanganan Covid-19 di Balikpapan.

Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan juga mengonfirmasikan hari ini (1/7) sebanyak 11 pasien sembuh dan 7 kasus positif. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *