ARTICLE INI BALIKPAPAN

Pemkot Tampung Aspirasi Warga Terkait Penetapan Asrama Haji sebagai Lokasi Isolasi Mandiri

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, telah berdialog dengan perwakilan masyarakat Balikpapan Timur terkait penetapan Asrama Haji Embarkasi Balikpapan sebagai tempat isolasi mandiri bagi orang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala maupun dengan keluhan ringan.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Asrama Haji Balikpapan, Jumat (7/8), Rizal Effendi menyampaikan alasan penetapan tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi isolasi mandiri. Menurut Wali Kota, langkah ini merupakan merupakan inisiatif Pemerintah Kota Balikpapan untuk memudahkan masyarakat menjalankan isolasi mandiri.

Saat ini dengan pertambahan terkonfirmasi positif yang cukup drastis beberapa hari terakhir, seluruh ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 hampir penuh. Begitu juga dengan rumah observasi yang disediakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Sehingga orang terkonfirmasi positif tanpa gejala atau yang sebelumnya dikenal sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun dengan sakit ringan akan menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit merupakan orang terkonfirmasi dengan sakit berat. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 413 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Namun dalam pelaksanaan di lapangan tidak semua orang terkonfirmasi tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, karena tempat kurang memadai dan terdapat orang tua atau anak kecil yang termasuk kelompok rentan tertular.

“Kalau mau tega, Pemerintah Kota bisa saja membiarkan orang yang positif tanpa gejala mencari tempat isolasi mandiri sendiri. Tapi kan kami tidak mau, karena itu kami mengusahakan Asrama Haji ini,” ungkap Rizal.

Menurutnya, penetapan Asrama Haji karena lokasi ini memadai sebagai tempat isolasi mandiri dengan memiliki daya tampung yang cukup besar. Selain itu terdapat area luas yang dapat digunakan bagi orang terkonfirmasi untuk berjemur. Tidak kalah pentingnya, orang yang menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji akan selalu diawasi. Berbeda dengan jika menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kalau isolasi mandiri bisa saja dilakukan di hotel, tapi sirkulasi udaranya terbatas. Sejauh ini juga, dari rumah sakit rujukan di Balikpapan hampir tidak ada kasus penularan di permukiman sekitar. Justru sekarang penularan banyak ditemukan di area perkantoran dan pasar,” jelasnya.

Masih kata Wali Kota, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Gugus Tugas akan terus mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan yang diterapkan di Asrama Haji sehingga menutup potensi penularan Covid-19 ke permukiman sekitar.

Di samping itu, Rizal Effendi juga berterima kasih atas aspirasi warga agar di Balikpapan Timur segera dibangun rumah sakit. Ia menyampaikan pemenuhan kebutuhan kesehatan serta peningkatan akses masyarakat kepada fasilitas kesehatan menjadi tugas yang terus dibenahi oleh Pemerintah Kota.

Dalam rapat koordinasi itu, Wali Kota Rizal Effendi didampingi Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa, Dandim 0905 Balikpapan Kol Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, perwakilan DPRD Balikpapan Budiono, dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty.

Masih di lokasi yang sama, Rizal Effendi menyampaikan perkembangan penanggulangan Covid-19 di Balikpapan. Pada hari ini terdapat penambahan 28 terkonfirmasi positif, 25 menyelesaikan isolasi, dan dua meninggal dunia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CDlr610hvqh/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *