ARTICLE INI BALIKPAPAN

Pemkot Balikpapan Kaji Rencana Pembatasan Jam Malam

Pemerintah Kota Balikpapan berencana memberlakukan pembatasan jam malam guna membatasi kegiatan masyarakat selama pandemi. Pembatasan ini bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan.

“Dua hari terakhir, angka terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan sangat tinggi, berada di atas 90. Kami berencana memberlakukan jam malam untuk membatasi kegiatan masyarakat,” tutur Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam jumpa pers di Kantor Wali Kota hari ini (3/9).

Rizal Effendi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan menjelaskan, rencana pembatasan jam malam ini masih dalam tahap kajian. Untuk sementara, penerapannya akan ditujukan kepada tempat maupun pelaku usaha yang beraktivitas sampai tengah malam. Karena saat tengah malam terdapat potensi untuk tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Pelaku usaha yang buka sampai tengah malam seperti pertokoan, kafe-kafe akan kami batasi, begitu juga dengan tempat terbuka seperti Lapangan Merdeka sehingga tidak ada aktivitas lagi di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menyampaikan, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini sebanyak 97 orang, 40 menyelesaikan isolasi, dan 2 kasus meninggal dunia, di mana 1 terkonfirmasi positif dan 1 probable.

Dengan adanya peningkatan kasus ini, rumah sakit rujukan khususnya RS Kanujoso Djatiwibowo dan RS Pertamina Balikpapan telah menambah kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.

Sehingga jumlah daya tampung untuk pasien Covid-19 di seluruh kota Balikpapan saat ini menjadi 306 tempat tidur, dari sebelumnya sebanyak 212.

“Saat ini jumlah pasien Covid-19 yang perlu menjalani perawatan dapat tertampung di rumah sakit, sebanyak 240,” ungkapnya.

Sementara itu, pertambahan 97 terkonfirmasi positif hari ini, sebagian besar berasal dari riwayat tanpa gejala yang melakukan pemeriksaan mandiri sebanyak 41, kemudian suspek dengan keluhan sejumlah 24 kasus, dan 32 lainnya berasal dari perluasan tracing kasus sebelumnya.

“Jadi memang banyak temuan kasus terkonfirmasi positif dari orang-orang yang melakukan swab test mandiri di beberapa laboratorium di Balikpapan. Di satu sisi, hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri meningkat,” ungkap Andi Sri Juliarty.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CErG3dTB0zt/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *