ARTICLE INI BALIKPAPAN

Hingga Hari Ini 1.036 Pelanggar Perwali Nomor 23 Tahun 2020

Sejak Perwali Nomor 23 Tahun 2020 berlaku efektif pada 1 September, sudah 1.036 pelanggar yang diberikan sanksi mulai dari sanksi sosial, penyediaan masker, dan denda administratif hingga hari ini.

Jika dibagi per kecamatan, pelanggar paling banyak terjadi di Balikpapan Utara dengan 293 pelanggar, diikuti Balikpapan Barat 205, Balikpapan Kota 173, Balikpapan Selatan 155, Balikpapan Tengah 65, dan Balikpapan Timur 145. Dari total 1.036 pelanggar tersebut, 15 di antaranya merupakan pelaku usaha dan sisanya perorangan.

“Pelaku usaha yang melanggar Perwali kebanyakan tidak memiliki upaya untuk penerapan protokol kesehatan di tempat usaha, seperti penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Mereka pun memilih denda untuk menyediakan masker,” kata Sekretaris Satpol PP Balikpapan Silvi Rahmadina saat jumpa pers di Kantor Wali Kota, hari ini (8/9).

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan sejak beberapa hari terakhir terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif dari semula di angka 97, kemudian menjadi 52, 37, 38, dan hari ini 29.

“Kami harap masyarakat terus menjaga kedisiplinan protokol kesehatan, semoga angka terkonfirmasi positif ini akan terus menurun,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif dengan tanpa gejala dapat memilih melakukan isolasi di tempat yang telah ditentukan pemerintah kota. Langkah ini dimaksud untuk mengurangi penyebaran kasus yang terjadi di lingkungan keluarga atau rumah.

“Perlu menjadi perhatian bersama bahwa dari jumlah terkonfirmasi positif hari ini, 16 di antaranya merupakan riwayat tanpa gejala dan terdapat balita 2 bulan dan lansia 84 tahun. Ini menjadi alasan bahwa orang tanpa gejala sebaiknya tidak melakukan isolasi mandiri di rumah jika terdapat orang yang rentan tertular,” tandas Wali Kota.

Kemudian, berkaitan dengan pemberlakuan jam yang dimulai malam tadi, Rizal Effendi menyampaikan dari hasil operasi malam tadi, hampir semua masyarakat di enam kecamatan mematuhi kebijakan ini. Meskipun diakui masih ada beberapa pelaku usaha yang belum mengetahui.

Mengenai keluhan sejumlah masyarakat, Wali Kota juga sudah menerima dan berdialog dengan beberapa perwakilan pelaku UKM dan musisi kota Balikpapan yang keberatan dengan jam malam ini. Menurutnya, Pemerintah Kota sangat memahami kesulitan yang dihadapi mereka, akan tetapi untuk saat ini pihaknya meminta untuk mengerti kondisi Kota Balikpapan yang tengah berusaha menurunkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pasti nanti kami akan evaluasi menyeluruh. Jika hasilnya bagus dengan turunnya kasus, kami akan longgarkan lagi kegiatan masyarakat. Saat ini saya berharap kesabaran dan pengertian masyarakat, agar bersama-sama kita turunkan kasus Covid-19 ini,” lanjut Rizal Effendi.

Pada hari ini (8/9) selain terdapat 29 kasus terkonfirmasi positif, 20 kasus juga dilaporkan telah menyelesaikan isolasi. Kemudian terdapat 4 kasus meninggal di mana 2 di antaranya merupakan kasus terkonfirmasi positif dan 2 lainnya berstatus probable atau menunggu hasil swab test.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CE3q2L8hzcN/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *