ARTICLE INI BALIKPAPAN

Masyarakat Berperan Cegah Klaster Keluarga

Keberadaan klaster keluarga kembali menjadi perhatian dalam penanggulangan Covid-19 di Kota Balikpapan. Pada hari ini (28/9) terdapat satu keluarga di wilayah Gunung Sari Ulu yang beranggotakan empat orang yang terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, keluarga tersebut tengah menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pendampingan dan pengawasan dari Puskesmas, serta RT dan Lurah setempat.

“Klaster keluarga kembali menjadi perhatian karena penularan terjadi kepada anak-anak. Sampai saat ini jumlah klaster keluarga di Balikpapan sebanyak 149,” tutur Andi Sri Juliarty saat jumpa pers di Kantor Wali Kota hari ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, penerapan protokol kesehatan tetap perlu dilakukan sampai di lingkungan keluarga. Sementara, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pendisiplinan protokol kesehatan hanya mengatur masyarakat saat berada di area publik.

“Karena itu, masyarakat harus berperan dalam mencegah terjadinya klaster keluarga. Seperti setelah beraktivitas di luar kemudian tiba di rumah wajib langsung membersihkan diri dengan mandi sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya klaster keluarga, Dinas Kesehatan juga memohon bantuan kepada RT dan Lurah agar dilakukan peningkatan pendisiplinan protokol kesehatan di wilayah rumah tangga masing-masing.

Di tempat yang sama, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menambahkan, adanya penularan kasus seperti klaster keluarga akan sangat mempengaruhi kurva rasio penularan atau R-naught (R0).

Diketahui pada akhir pekan lalu, angka R0 Balikpapan berada pada angka 0.93 yang berada di bawah target rata-rata nasional yakni 1. Dan saat ini positivity rate Balikpapan masih berada pada angka 9 dari target nasional di bawah 5.

“Hari ini kasus konfirmasi Balikpapan 18 kasus, lebih kecil dari kemarin. Kami berharap kerja sama semua pihak untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan, agar kasus di Balikpapan dapat semakin turun seterusnya. Di samping itu, angka kesembuhan juga naik dan kematian turun,” harap Wali Kota Rizal Effendi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan hari ini (28/9) melaporkan pertambahan konfirmasi positif 18 kasus, selesai isolasi 36 kasus, dan tidak ada kasus meninggal dunia.
Kasus konfirmasi, 6 di antaranya dari riwayat suspek, 2 dari riwayat tanpa gejala, 9 riwayat tracing kasus, dan 1 kasus dari tracing di tempat kerja.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CFrYWP-hDvu/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *