ARTICLE SOBAT POLRI

Operasi Yustisi Di Kaltim Terus Dikawal Polda Kaltim

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, Pemerintah Daerah terus melakukan Operasi Yustisi. TNI, Polri, dan pemerintah daerah (Pemda) di Kalimantan Timur, menggelar operasi yustisi untuk meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Konteks Operasi Yustisi Dan Sasarannya Di Masa Pandemi Penyebaran Virus Covid-19

Operasi Yustisi di masa pandemi lebih kepada sosialiasasi pola hidup sehat dan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari virus covid-19. Operasi ini dilakukan serentak, dan bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19, di seluruh Indonesia.

Sasaran dari operasi yustisi ini yaitu kumpulan massa, seperti tongkrongan anak muda. Selama pandemi, kita diwajibkan untuk menjaga jarak, agar tidak mudah terpapar virus corona. Oleh karena itu tempat yang memungkinkan untuk pengumpulan massa kerap dilakukan himbauan, sosialisasi seputar menjaga jarak selama virus masih terus berkembang, bahkan pembubaran mereka yang masih nongkrong hingga larut malam.

Dok Humas Polda Kaltim

Sosialiasasi protokol kesehatan lainnya yang juga dilakukan ialah agar masyarakat juga sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan agar tidak membawa virus pulang ke rumah.

Penggunaan masker selama beraktivitas di luar rumah juga menjadi sasaran dari operasi yustisi. Seperti kita ketahui, WHO telah menganjurkan agar kita yang belum terpapar virus covid-19 menggunakan masker untuk meminimalisir terpapar virus. Memang dengan menggunakan masker tidak menjamin 100% kita bakal terbebas dari paparan virus covid-19, setidaknya dengan menggunakan masker bisa meminimalisir kita terkena droplet dari bersin dan batuk lawan bicara atau sebaliknya.

Peranan Personel Polda Kaltim Dalam Operasi Yustisi

Selama berlangsungnya operasi yustisi di wilayah Kalimantan Timur, kehadiran TNI dan Polri di dalam Operasi Yustisi ini lebih kepada penekanan pendisiplinan kepada masyarakat, agar masyarakat lebih tertib dan peduli dengan kesehatan dan bisa terhindar dari terpapar virus covid-19.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si  membagikan ribuan masker kepada masyarakat di Terminal BP dan Pasar Klandasan Balikpapan (Dok. Humas Polda Kaltim)

Selain itu juga, Polda Kaltim kerap melakukan pembagian masker gratis kepada pengguna jalan, supir angkutan umum, pedagang pasar, dan juga di tempat-tempat publik lainnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat secara sadar dan bisa memahami pentingnya penggunaan masker selama beraktivitas di luar rumah.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si  membagikan ribuan masker kepada masyarakat di Terminal BP dan Pasar Klandasan Balikpapan (Dok. Humas Polda Kaltim)

Selama operasi yustisi berlangsung sosialisasi mengenai protokol kesehatan dan mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama ikut terlibat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara disiplin protokol Kesehatan dan hindari kerumunan. Selain itu personel Polda Kaltim juga menyerukan terciptanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 yang aman, damai dan sehat di wilayah Kalimantan Timur.

Kerumunan massa yang dianggap tidak penting dan bisa menjadi sarana penyebaran virus kerap dibubarkan oleh aparat gabungan satgas covid-19. Sayangnya masih banyak sekali masyarakat yang belum menyadari seberapa bahayanya virus covid-19 ini, sehingga mengabaikan dan seolah kebal dengan virus.

Sejumlah daerah di Kalimantan Timur sudah menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, baik berupa kerja sosial, menyediakan sejumlah masker hingga denda berupa uang kepada masyarakat, bahkan kepada tempat usaha yang “bandel” bisa dilakukan pencabutan ijin usaha.

Masyarakat Kukar Yang Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Melakukan Kerja Sosial Membersihkan Lingkungan (Dok. Humas Polda Kaltim)

Pro Dan Kontra Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya menuai Pro dan Kontra. Operasi Yustisi seyogyanya mendisiplinkan masyarakat Indonesia agar bisa melakukan pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang berlaku agar bisa terhindar dari penyebaran virus covid-19.

Di lapangan terkadang ada saja masyarakat yang membandel dan mengacuhkan protokol kesehatan karena merasa dirinya masih sehat-sehat saja meski tidak mengikuti protokol kesehatan. Virus Covid-19 tidak kelihatan, bisa saja kita yang sering beraktivitas di luar rumah membawa pulang virus ke rumah dan akhirnya menjangkiti keluarga kita di rumah.

Tentunya kita tidak ingin keluarga kita sakit bukan? Virus Covid-19 akan lebih cepat bekerja dan fatal hingga menyebabkan kematian jika menjangkiti orang yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, sesak nafas. Korban meninggal dari virus covid-19 juga tidak mengenal usia. Mulai dari balita hingga lanjut usia bisa meninggal dunia jika memiliki penyakit bawaan yang bisa menyebabkan kematian.

Hukuman yang diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan dianggap masyarakat terlalu mengada-ngada, dan bahkan justru bisa menjadi penyebab penularan virus covid-19. Proses penjaringan yang terkadang membuat penumpukan massa dianggap masyarakat bisa menjadi biang penularan virus covid-19.

Sebenarnya hal itu bisa tidak terjadi jika saja masyarakat secara sadar dan memahami pentingnya melakukan hal-hal sesuai protokol kesehatan. Sederhana sekali sebenarnya yang kita lakukan, yaitu menggunakan masker jika beraktivitas di rumah, hindari kerumunan dan menjaga jarak 1-2 meter, tidak melakukan kontak fisik, serta rajin mencuci tangan. Jika kita menggunakan masker kain, sebaiknya menggunakan masker kain yang memiliki setidaknya 3 lapisan, dan rutin diganti 4 jam sekali.

Jika sedang beraktivitas tanpa menggunakan masker, misal saat sedang makan minum, sebaiknya cuci tangan yang bersih dengan sabun dan hindari menyentuh area sekitar hidung dan mulut. Jika kita menggunakan atau menyentuh area yang banyak disentuh orang lain juga, seperti gagang pintu, atm, dll, sebaiknya kita rutin mencuci tangan dengan sabun atau setidaknya dengan menggunakan hand sanitizer.

Sosialisasi terus dilakukan oleh pemerintah daerah, aparat Kepolisian dan juga dari pihak TNI serta satgas Covid-19 di masing-masing daerah. Melalui baliho, spanduk, poster, maupun melalui media cetak, elektronik serta media sosial.

Banyaknya korban yang sudah berjatuhan akibat virus covid-19 di Indonesia diharapkan bisa menurun jika masyarakat ikut berpartisipasi aktif melakukan dan mengikuti protokol kesehatan serta ikut menyebarkan pentingnya protokol kesehatan di lingkungan sekitarnya.

Sayangi diri dan keluarga kita dengan terus mengikuti protokol kesehatan. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan bisa melalui cobaan pandemi virus covid-19 ini. ***

*** Achmad Faizal, S.Hum, Pegiat Media Sosial Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *