ARTICLE SOBAT POLRI

Pilkada Di Masa Pandemi

Pandemi penyebaran virus covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia. Proses Pilkada 2020 juga terus berlangsung, rencananya Pilkada serentak 2020 akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Di Kalimantan Timur pada Pilkada serentak tahun ini ada sembilan Kabupaten/ Kota di Kaltim yang ikut melaksanakan Pilkada serentak. Sembilan kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada Serentak di Kaltim adalah, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Barat serta Kabupaten Mahakam Ulu.

Bagaimana kesiapan pemerintah melaksanakan Pilkada di tengah Pandemi?

KPU Provinsi Kaltim telah melakukan Rapat Pleno pada 23/9 dan menetapkan 19 dari 20 Pasangan Calon yang memenuhi syarat dan akan bertarung di 9 Kabupaten Kota di Kalimantan Timur.

Selama pandemi tentunya kerumunan massa dilarang guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan beberapa metode kampanye yang dilarang selama pandemi, terutama yang berpotensi mengumpulkan ribuan massa simpatisan paslon. Salah satu metode yang paling sering digunakan untuk berkampanye dan mengumpulkan massa banyak adalah konser musik. Selama pandemi ini KPU memutuskan untuk melarang kegiatan kampanye dengan menggelar konser musik dan sejenisnya.

Kampanye yang aman selama pandemi ini sebaiknya dilakukan dengan memanfaatkan dunia maya, seperti melalui media sosial. Tentunya ada aturan mainnya juga untuk berkampanye melalui media sosial dan media daring. Metode kampanye memanfaatkan internet tentunya sangat bisa dilakukan, mengingat jaringan internet sudah mencapai hampir ke seluruh pelosok daerah di Indonesia.

Lalu bagaimana daerah yang memiliki sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk melakukan kampanye secara daring? KPU juga telah mengatur SOP untuk melakukan dialog langsung. Tentunya dengan tetap memperhatikan standard protokol kesehatan.

Maklumat Kapolri Tentang Pilkada 2020

Kapolri telah menerbitkan Maklumat Kepatuhan Protokol Kesehatan Pilkada 2020. Maklumat tersebut diterbitkan pada tanggal 21 September 2020. Maklumat itu bernomor MAK/3/IX 2020. Maklumat Kapolri ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi yang mewaspadai timbulnya potensi tiga klaster salah satunya klaster Pilkada.

Selama proses Pilkada berlangsung ada beberapa kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa besar, dan hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru penyebaran virus covid-19.

Empat penekanan dari maklumat Kapolri  terkait kepatuhan protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada 2020:

1. Pemilihan Kepala Daerah merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi oleh undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada adaptasi kebiasaan baru dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan maklumat:

a. Dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan COVID-19.

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait pada setiap tahapan pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakal masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan pemilihan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Seluruh personel Polri diharapkan bisa memantau dan mensosialisasikan Maklumat Kapolri ini. Hal ini guna mencegah terjadinya klaster pilkada. Di seluruh Kantor Polisi dan titik-titik di jalan dipasangi baliho Maklumat Kapolri, agar masyarakat bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama proses pilkada dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Selain memasang baliho dan poster, personel kepolisian di wilayah Polda Kaltim juga kerap melakukan sosialisasi maklumat Kapolri tentang pilkada secara door to door, sembari melakukan sosialisasi tentang pentingnya mengikuti protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap pelaksanaan proses Pilkada serentak 2020 guna melindungi masyarakat dari penularan virus covid-19. Diharapkan para Paslon juga aktif mengingatkan simpatisannya untuk tetap mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kesempatan pertemuan baik pertemuan langsung maupun secara daring. Rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

Selain itu diharapkan agar paslon juga menghimbau para simpatisannya untuk melakukan kampanye damai, dan menghindari kampanye hitam yang dapat memecah belah persatuan. Pilihan boleh beda, persatuan harus tetap dijaga. ***

*** Achmad Faizal, S.Hum, Pegiat Media Sosial Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *