ARTICLE INI BALIKPAPAN

Rapid Tes Ibu Hamil Untuk Penanganan Maksimal

Rapid test bagi ibu hamil berdampak positif bagi pemberian pelayanan kesehatan kepada sang ibu maupun kesiapan tenaga kesehatan yang mendampingi.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sang ibu terkonfirmasi Covid-19 atau tidak pada dua minggu sebelum tanggal taksiran persalinan, fasilitas kesehatan dapat segera melakukan perawatan untuk menangani ibu hamil.

“Kami di RSKD, sangat terbantu dengan kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan yang menganjurkan ibu hamil melakukan rapid test. Begitu diketahui hasil reaktif, maka dilanjutkan dengan swab test. Jika hasilnya positif Covid-19, kami pun berkoordinasi dengan Poli Covid untuk menyediakan ruang perawatan bagi sang ibu atau isolasi mandiri sesuai gejala yang dialami,” tutur dokter spesialis kandungan RS Kanujoso Djatiwibowo, dr Ketut Rama Wijaya SpOG saat jumpa pers di kantor Wali Kota, hari ini .
 
Ia melanjutkan, pelayanan juga sampai kepada proses persalinan sang ibu. Apabila memerlukan tindakan operasi bagi ibu hamil dengan konfirmasi positif, maka pihaknya juga sudah melakukan persiapan sejak beberapa hari sebelumnya.

“Dengan kebijakan rapid test ini, sekarang kami dapat lebih terkoordinasi dan terencana dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan mengatakan pihaknya memberi perhatian kepada perkembangan kasus Covid-19 pada ibu hamil di Balikpapan. Hingga hari ini, ibu hamil yang terkonfirmasi positif mencapai 45 kasus.

Pemerintah Kota Balikpapan juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/0388/Dinkes tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir pada Era adptasi Kebiasaan Baru di Kota Balikpapan. Di mana salah satunya poinnya Pemerintah Kota memberi pelayanan rapid test gratis kepada ibu hamil di Puskesmas pada 2 minggu sebelum tanggal taksiran persalinan.

“Lewat surat edaran ini, selain memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan bayi baru lahir, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama dan rujukan tingkat lanjut wajib meningkatkan kapasitas pelayanan. Seperti kesiapan dalam memberi pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan status terkonfirmasi Covid-19,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Saat jumpa pers di Kantor Wali Kota, juga hadir Henny Trisatyaningsih, ibu hamil dengan usia kandungan 38 minggu yang menerima manfaat rapid test. Dan Puspita, mantan pasien Covid-19 yang terkonfirmasi saat masa nifas. Ia berpesan kepada masyarakat Balikpapan untuk tetap waspada terhadap penularan di lingkungan keluarga.

“Saya dan ibu saya terkonfirmasi positif. Padahal kami di rumah menerapkan protokol kesehatan. Di waktu yang bersamaan saya juga harus merawat bayi saya yang baru berusia 2 bulan. Jadi setiap keluarga harus tetap waspada, karena bisa saja ada anggota keluarga yang tidak sadar sebagai orang tanpa gejala,” tuturnya.

Sementara itu, pada hari ini (2/10), Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan melaporkan pertambahan 36 kasus terkonfirmasi positif, 35 selesai isolasi, dan 2 kasus positif meninggal dunia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CF1mMdNhdJl/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *