ARTICLE SOBAT POLRI

Bangkit Dan Berbenah Di Masa Pandemi

Era new normal atau kenormalan baru mulai berlangsung. Sayangnya masih banyak masyarakat yang acuh dengan protokol kesehatan. Yah setelah “terkurung di rumah saja” seolah menjadi nafas segar kita bisa kembali beraktivitas di luar rumah. Kembali bisa bekerja, berjualan, bersosialisasi langsung dengan teman, sanak saudara, dan orang lain.

Ancaman terpapar virus covid-19 saat beraktivitas di luar, saat berinteraksi dengan orang lain, seakan terlupakan. Orang-orang kembali nongkrong, kembali beraktivitas seperti biasa seolah pandemi sudah berakhir. Dibukanya kembali sebagian mall dan pusat hiburan tentunya mengundang kita yang sudah makin bosan di rumah saja untuk keluar dan berbelanja atau sekedar melihat-lihat.

Pasar-pasar tradisional kembali bergairah. Sayangnya kebanyakan pedagang masih minim kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker. Masih banyak kita temui dan bisa kita lihat para pedagang yang tidak menggunakan masker menjajakan dagangannya. Ada yang hanya sekedar menggantungkan masker di leher, ketika ada petugas patroli keliling, baru cepat-cepat dikenakan masker.

Kalau untuk tingkatan mall, supermarket, atau pun mini market, protokol kesehatan masih diterapkan. Seperti cuci tangan sebelum masuk dan keluar toko, yang tidak menggunakan masker tidak boleh masuk, serta pemeriksaan suhu tubuh. Namun terkadang juga ada saatnya petugas penjaga pengecekan suhu tubuh tidak ada di tempat, sehingga orang bisa masuk tanpa dilakukan pengecekan suhu terlebih dahulu.

Sayangnya tetap saja ada pengunjung yang cuek dengan tidak menjaga jarak baik saat berbelanja mau pun saat antri di pembayaran. Sebaiknya kita menghindari berbelanja di hari dan jam ramai agar terhindar dari penumpukan orang saat berbelanja.

Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit

Meski sudah memasuki kenormalan baru, sebagian daerah juga sudah melonggarkan dan memberi kebebasan masyarakat beraktivitas, bukan berarti kita kendorkan protokol kesehatan.

Disiplin, kunci dari keberhasilan kita untuk bisa melewati pandemi penyebaran virus covid-19 ini. Putus mata rantai penyebaran virus dengan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika kesehatan pulih, dengan sendirinya ekonomi akan segera bangkit dari mati suri.

Ingat, kita tidak sendirian, seluruh dunia juga sedang berjuang untuk melewati masa pandemi ini. Jadi jangan keras kepala, jangan merasa kebal dengan penyakit yang bisa mematikan ini. Kita bisa saja menjadi pembawa virus untuk orang lain meski saat ini tubuh kita sehat-sehat saja. Jangan sampai karena kecuekan kita, karena sikap masa bodoh kita, orang lain di sekitar kita yang menanggung akibatnya. Terpapar virus yang kita bawa.

Kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh cuek. Ada keluarga yang menanti di rumah saat kita beraktivitas di luar rumah. Ada keluarga di rumah yang bisa terpapar dari virus yang kita tidak sengaja bawa dari luar rumah. Ada keluarga di rumah yang masih butuh kita dan kita tidak boleh sakit akibat kelalaian tidak mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan.

Lingkaran pergaulan kita mungkin ada yang sudah terkena virus covid-19, namun mereka tidak menunjukkan gejala. Hal ini yang sangat sulit kita deteksi. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tentunya masih bisa kita cegah penularan kepada diri kita sendiri dan juga keluarga di rumah.

Petugas Juga Sudah Mulai Lelah

Tak bisa kita pungkiri, petugas yang bertugas menerapkan disiplin protokol kesehatan serta petugas medis yang berjuang mengobati pasien covid-19 sudah sama lelahnya dengan kita. Namun, upaya kita berdamai dengan Covid-19, menjalankan aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat bukan upaya satu pihak saja, tetapi butuh kesadaran semua pihak.

Petugas Kepolisian dan TNI yang selalu mendampingi satgas covid-19 di setiap daerah di Indonesia tentunya juga sudah lelah. Meski lelah, mereka yang juga menjadi garda terdepan yang berpotensi besar tertular dan menularkan virus ini tak henti-hentinya melakukan sosialisasi, melakukan tindakan pendisiplinan agar kita semua terhindar dan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona baru.

Rasa bosan kita akibat di rumah saja, tuntutan ekonomi yang harus kita segera perbaiki dan benahi, bukan menjadi alasan untuk kita bisa cuek dan bebas seperti dulu saat sebelum pandemi berlangsung. Car Free Day saat akhir pekan kembali ramai, tempat wisata kembali dipenuhi orang, tongkrongan kembali dipadati pengunjung, sebagian thm di beberapa kota juga mulai beroperasi.

Memang kita harus bisa bangkit dan berbenah serta menjalani hidup berdampingan degan virus covid-19. Tapi bukan dengan cara seperti dulu lagi. Ada kebiasaan baru yang harus kita terapkan dan menjadi gaya hidup kita di era kenormalan baru ini.

Jaga jarak, hindari bersentuhan langsung dengan orang lain, gunakan masker, rajin mencuci tangan saat beraktivitas di luar. Benda yang harus selalu kita siapkan dan ditempatkan di tempat yang steril di tas kita di antaranya sabun cair, hand sanitizer, masker cadangan, serta plastik untuk tempat masker bekas dan masker baru yang kita simpan.

Semua siasat dan respons baik perlu dilakukan untuk upaya berdamai dengan Covid-19 secara sadar dan terukur agar hasilnya juga baik. Di tengah pelonggaran sejumlah aktivitas ekonomi dan aktivitas lainnya, disiplin atas protokol kesehatan harus makin diperketat, bukan ikut-ikutan dibuat dan dibiarkan longgar juga. Hanya ini syarat kita mencapai kemenangan melawan Covid-19. Kita harus bersatu dan bersama-sama menjadi pemenang.

Tanpa adanya kerjasama, korban akan terus berjatuhan. Pasien akan terus bertambah, pandemi akan semakin lama berakhir. Sebelum vaksin dan obat ditemukan, kita harus bisa bertahan dan bangkit dari keadaan terbelenggu akibat pandemi. Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit. ***

*** Achmad Faizal, S.Hum, Pegiat Media Sosial Balikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *